Developer's Note

More Post

Some More Post

Recent Comments

Video

LIke Us

Pages

Online Sekarang

WAKTU SEKARANG

berita populer

Labels

Jossdiator 2013

Jossdiator 2013

Kamis, 14 Februari 2013

10 kota Terpadat di Indonesia


Tak dapat dipungkiri bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai penduduk yang sangat banyak (peringkat 4 negara penduduk terbesar di Dunia) dan semakin hari jumlah penduduk Indonesia makin bertambah. Hal ini kemudian juga berpengaruh pada kepadatan penduduk di kota-kota besar di Indonesia. Sehingga kota-kota besar di Indonesia menjadi kota padat yang penuh dengan populasi penduduk.

dari data sensus, diperoleh data 1o kota terpadat (dihitung berdasarkan jumlah penduduk berbanding luas wilayah) :

1. Jakarta(8.792.000)
Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. luasnya adalah sekitar 740 km�; dan penduduknya berjumlah 8.792.000 jiwa. kota jakarta juga merupakan salah satu kota terpadat di Dunia

2. Surabaya(3.282.156)
Kota Surabaya adalah ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. luas wilayah kota surabaya adalah 374,36 km2

3. Bandung(2.771.138)
Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java (bahasa Belanda) atau �Paris dari Jawa�. Karena terletak di dataran tinggi, Bandung dikenal sebagai tempat yang berhawa sejuk. Hal ini menjadikan Bandung sebagai salah satu kota tujuan wisata. Luas Kota Bandung adalah 16.767 hektare.

4. Medan(2.036.018)
Kota Medan (daerah tingkat II berstatus kotamadya) adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba, serta Pantai Cermin. Kota Medan memiliki luas 26.510 Hektar.

5. Bekasi(1.940.308)
Kota Bekasi, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak di sebelah timur Jakarta; berbatasan dengan Jakarta di barat, Kabupaten Bekasi di utara dan timur, Kabupaten Bogor di selatan, serta Kota Depok di sebelah barat daya. Bekasi merupakan salah satu kota penyangga Jakarta selain Tangerang, Bogor, dan Depok; serta menjadi tempat tinggal para komuter yang bekerja di Jakarta. Kota Bekasi terdiri atas 12 kecamatan, yang dibagi lagi atas 56 kelurahan. Luas kota bekasi 210,49 Km2.

6. Tanggerang(1.488.666)
Kota Tangerang terletak di Provinsi Banten, Indonesia, tepat di sebelah barat kota Jakarta, serta dikelilingi oleh Kabupaten Tangerang di sebelah selatan, barat, dan timur. Tangerang merupakan kota terbesar dan terpenting di Provinsi Banten serta kedua terbesar di kawasan perkotaan Jabotabek setelah Jakarta. Luas kota tanggerang 164.54 km2.

7. Semarang(1.352.869)
Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang merupakan salah kota yang dipimpin oleh walikota. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya. Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat. Luas kota semarang 225,17 km�.

8. Depok(1.339.263)
Kota Depok, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta-Bogor. Kota Depok terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi menjadi 63 kelurahan. 200.29km2.

9. Palembang(1.323.169)
Kota Palembang adalah salah satu kota besar di Indonesia sekaligus merupakan ibu kota dari Provinsi Sumatra Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatra setelah Medan. Kota ini dahulu pernah menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya sebelum kemudian berpindah ke Jambi. Bukit Siguntang, di Palembang Barat, hingga sekarang masih dikeramatkan banyak orang dan dianggap sebagai bekas pusat kesucian di masa lalu. Luas kota palembang 102.47km2.

10. Makassar(1.168.258)
Kota Makassar (dahulu daerah tingkat II berstatus kotamadya; dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujungpandang atau Ujung Pandang) adalah sebuah kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. di pesisir barat daya pulau Sulawesi, menghadap Selat Makassar. Makassar dikenal mempunyai Pantai Losari yang indah. Luas kota makassar 128,12 km�.

Senin, 07 Januari 2013

Rahasia Sifat Seseorang Dibalik Tulisan Tangan

Sifat seseorang dari tulisan tangan merupakan Ilmu Grafalog (membaca Rahasia sifat seseorang dari tulisan tangan). Dan sekarang Penulis Super akan berbagi sedikit mengenai ilmu cara membaca sifat tersebut sebagai salah satu penambah pengetahuan atau hanya sededar hiburan :D , mau tau…?? Perlu diketahui bahwa Setiap Tulisan tangan memiliki kaitan erat dengan kondisi kejiwaan dan Sifat seseorang saat sedang menulis sesuatu, Bagaimana cara membacanya…?
sifat dari tulisan tangan, penulis super
Anda suka Menulis??
Taukah anda bahwa setiap tulisan anda mempunyai makna dan arti tersendiri???
Membaca Sifat seseorang dari tulisan tangan Menurut Seorang ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa tulisan adalah gambaran jiwa seseorang. Sehingga bagi orang yang ahli dalam bidang Ilmu Grafalog akan mengetahui bagaimana situasi kepribadian seseorang bisa terbaca lewat tulisan tangannya. Namun tentunya bukan ditebak begitu saja secara sembarangan, karena untuk yang satu ini anda perlu menguasai ilmunya.
Membaca Sifat seseorang dari tulisan tangan ini menggunakan teknik dan cara tersendiri. Bila diantara pembaca ada yang berminat membaca arti tulisan tangan dan isi makna rahasia yang terkandung di baliknya, silahkan ikuti intisari ilmu membaca rahasia dibalik tulisan tangan atau Graphologi, lewat artikel penulis super kali ini.
Apakah anda harus percaya dengan ilmu Graphologi ini???sifat dari tulisan tangan, penulis super
Tafsiran dari tulisan tangan atau Arti dari tulisan tangan itu tidak mencapai akurasi sampai 100 persen, namun bisa sangat berguna sekali sebagai sekedar hiburan saja atau tambahan motivasi dan introspeksi diri, terutama bagi mereka yang bergerak dalam bidang yang berurusan dengan personalia. Misalnya saja, ketika dibuka lowongan kerja baru, biasanya banyak berdatangan surat lamaran kerja yang masuk. Dan seorang manajer di sebuah perusahaan, atau siapapun ingin agar mempunyai bawahan atau teman kerja yang berkepribadian baik, oleh karenanya layak juga setiap surat lamaran kerja diprioritaskan ditulis dengan bentuk tulisan tangan, yang penulisan-nya ditulis sendiri oleh si pelamar yang bersangkutan. Lewat tulisannya ini, Anda bisa membaca kepribadian calon pekerja atau bawahan Anda.
Arti dari tulisan tangan ini hanyalah sekedar hiburan saja, jangan terlalu dianggap serius dan benar. karena, sebelumnya perlu Anda Ingat kembali dan catat bahwa yang namanya Prediksi atau perkiraan hanya bisa dilakukan oleh manusia. Tentang masalah kebenarannya hanya yang maha kuasa lah lebih mengetahuinya. :)
cara ini tidak mungkin akan didapatkan kebenaran yang maksimal. Demikian pula dalam hal prediksi kepribadian seseorang lewat tulisan tangannya hanyalah sebatas perkiraan saja.
Ok, ;) Lalu Bagaimana Caranya Membaca arti Tulisannya??
Cara mengetahui Sifat seseorang dari tulisan tangan Menurut Grafologi, sedikitnya ada enam hal yang bisa kita gunakan dalam metode membaca kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya. Uraian secara garis besarnya adalah sebagai berikut:sifat dari tulisan tangan, penulis super
1. BESAR KECILNYA TULISAN

Sifat seseorang dari tulisan tangan Dilihat dari sudut pandang besar kecilnya tulisan terdapat empat kriteria penting yaitu: kecil, sedang, besar, dan sangat besar.
Tulisan yang berukuran kecil menunjukkan sifat pendiam, sering menyendiri tapi punya otak yang cemerlang dan pikirannya selalu ilmiah. Orang dengan tulisan seperti ini nalarnya logis.
Tulisan tangan yang ditulis kecil-kecil tapi jelas mudah untuk dibaca menunjukkan penulisnya pandai, juga punya konsentrasi kuat, walau sayang tipe ini kadang suka sekali menonjolkan keilmuannya. Sedangkan jika tulisan tangan kecil dan susah membacanya berarti sang penulis adalah orang bertipe mandiri dalam hidupnya.
Tulisan tangan sedang, mengandung makna bahwa penulisannya adalah orang yang sangat terpaku kepada tradisi kuno, atau hal-hal yang bersifat formil modern. Tipe ini sangat jitu dalam penggunaan logika untuk dasar referensi keputusan-keputusannya.
Jenis tulisan tangan yang besar menunjukkan besarnya ambisi seseorang namun murah hati dan selalu ingin dihargai oleh orang lain, di samping suka melebihkan omong-omongan yang kurang perlu. Sedangkan untuk jenis tulisan tangan yang sangat besar menunjukkan bahwa penulisnya sangat hati-hati dalam segala hal, gemar membuat perhatian bagi sekelilingnya, banyak over aktingnya dalam mencari perhatian, ingin selalu tampil di depan, karena dia gemar berpetualang kemana-mana, mengikuti panggilan jiwanya.
2. GAYA TULISAN

Sifat seseorang dari tulisan tangan Dalam spesifikasi Gaya Tulisan ini terbagi ke dalam lima sub. Masing-masing, adalah:
  • Gaya sambung biasa
Orang yang punya model tulisan begini biasanya senang memberi respon pada setiap masalah, bisa menerima ide dari orang lain, mudah bergaul dan disenangi teman. Baginya berbakat untuk menjadi seorang pemimpin.
  • Gaya sambung berbentuk petak
Mengandung arti penulisnya mudah dipengaruhi, selalu menilai enteng setiap persoalan, hingga tindakannya kadang terkesan sembrono, tanpa pemikiran matang.
  • Gaya Sambung Berliku
Tulisan yang banyak luka-likunya, mengandung makna bahwa penulisnya sangat formil, hati-hati dan sering menonjolkan status, namun umumnya sifat mereka pendiam, gemar menyendiri dan biasanya banyak memiliki keahlian atau bakat.
  • Gaya Lurus dan Lancip
Tulisan tangan model demikian menunjukkan penulisnya orang agresif, sangat tekun mengerjakan sesuatu, walau kadang enggan berkompromi dengan orang lain. Bila lancipnya pada huruf awal saja maka pertanda dirinya orang yang banyak mengalami konflik psikologis, sehingga kadang bersikap agresif.
  • Gaya Campuran
Bentuk tulisan bersambung yang tak karuan menuliskan cepat, dan kadang sukar membacanya hal ini mengandung arti bahwa penulisnya adalah orang yang biasa berpikir cepat, kreatif tapi paling tersinggung kalau dikritik. Bahkan, bila tidak sesuai dengan kehendaknya jangan harap orang bisa mendapatkan bantuannya karena dia paling doyan mengelak dalam memberi pertolongan.
3. KEMIRINGAN TULISAN

Sifat seseorang dari tulisan tangan dari Bentuk kemiringan tulisan tangan, apakah itu miring ke kiri atau ke kanan, atau tegak lurus. Mereka yang tulisannya miring ke kiri menunjukkan penulisnya bersikap tertutup (introvet). Segala sesuatu diukur menurut penilainnya sendiri atau menurut ukuran masa lampau. Disamping mempunyai sikap konservatif, orang dengan tipe tulisan ini sangat individualis.
Jenis tulisan miring ke kanan, menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap terbuka (extropet), berani menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata hatinya merupakan power yang penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia lebih banyak untuk menanyakan kepada ahlinya.
Tulisan tangan yang bentuknya tegak, mengandung arti bahwa penulisnya adalah tipe orang yang tak suka banyak diatur. Baginya dia adalah miliknya sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam mengerjakan sesuatu tindakan, namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam memilah dan memilih hal yang dianggapnya positif.
4. TEKANAN TULISAN

Sifat seseorang dari tulisan tangan dari bekas tulisan. Bila kita memperhatikan bekas tulisan tangan seseorang akan ditemukan tampak goresan tekanan tulisan seperti tercetak di baliknya. Dengan memperhatikan bekas goresan yang tercetak di balik kertas kita akan dapat mengetahui dan menebak bagaimana kepribadian dan tingkah laku si penulisnya.
Tekanan yang halus berarti pembawaannya tenang, tapi mudah atau tidaknya dibaca itu bukan persoalan. Sedangkan tulisan yang bekas tekanannya tercetak jelas di belakangnya menandakan penulisnya punya sifat kaku dan formal. Karenanya orang ini sulit untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan, namun dia menganggap bersikap demikian penting baginya agar dihargai orang lain.
5. BENTUK HURUF AWAL

Sifat seseorang dari tulisan tangan dalam bentuk tulisan. Diantara orang ada yang gemar memainkan bentuk tulisannya, terutama bentuk awal tulisannya. Beberapa ciri dan kecenderungan karakter si penulis adalah sebagai berikut:
  • Bentuk Jangkar
Disebut bentuk jangkar karena memang huruf awal tulisnya dalam bentuk jangkar. Tulisan ini memberi tanda bahwa yang memiliki tulisan cenderung bersikap kurang dewasa dan kurang percaya diri dalam menjalani hidup. Dia banyak bersikap pasif.
  • Bentuk Busur
Disebut bentuk busur karena memang bentuk awalnya membentuk busur seperti ditarik. Pemilik tulisan ini biasanya cepat puas dengan hasil yuang dicapai, dan hidupnya sangat berpandangan kuat akan nilai-nilai religius.
  • Bentuk Memanjang
Huruf awal memanjang yang dituliskan pelan-pelan, menunjukkan bahwa orangnya terlalu berhati-hati dalam merencanakan masa depan. Panjanganya huruf awal menunjukkan kelambatan kerja dan pemborosan waktu.
  • Bentuk memanjang dari bawah
Bentuk memanjang dari bawah bila digoreskan secara kilat menunjukkan penulisannya orang yang agresif dan cepat menyelesaikan pekerjaan, disamping gemar melakukan berbagai eksprimen.
6. BENTUK HURUF AKHIR

Sifat seseorang dari tulisan tangan berdasarkan Bentuk akhir kata yang dituliskan, menunjukkan sikap sosial dan kualitas penulisnya. Tentang huruf akhir ini ada tiga model. Masing-masing, adalah:
  • Bila huruf akhir suatu kata ditulis memanjang, mengandung pengertian bahwa orang itu memiliki kemurahan hati, rasa sosialnya besar.
  • Bila huruf akhir memanjang ke atas, berarti penulisnya menyukai kemewahan, disamping idealis dan punya semangat yang tinggi.
  • Bila huruf akhir menyilang berarti tidak segan mengritik diri sendiri apabila perbuatannya  memang salah atau keliru.sifat dari tulisan tangan, penulis super
Demikian sekilas tentang cara membaca rahasia Sifat seseorang dari tulisan tangan menurut Grafologi. Mudah-mudahan tulisan singkat ini bermanfaat. :)
Salam sejahtera dan sukses selalu.

Sumber :http://penulissuper.wordpress.com/2012/02/23/rahasia-sifat-seseorang-dibalik-tulisan-tangan/

Selasa, 01 Januari 2013

Review singkat kamera DSLR Nikon D3100

Inilah review singkat dari saya untuk kamera DSLR Nikon paling populer di kelas pemula, yaitu D3100 yang awalnya diperkenalkan bulan Agustus 2010 lalu. Produk yang kini sudah berada di harga terbaiknya ini (sekitar 5,5 juta termasuk lensa kit 18-55mm VR) merupakan penyempurna produk DSLR pemula sebelumnya sejak era D40, D60 hingga D3000.  Kali ini saya berkesempatan untuk mencoba sebentar kamera ini dan ada baiknya saya buatkan sebuah review singkat untuk berbagi kepada anda.
D3100 merupakan hasil evolusi panjang dari Nikon dalam mewujudkan DSLR pemula yang paling mendekati ideal. Sejak suksesnya D40 di tahun 2007, Nikon agak malas untuk membuat kejutan dan cenderung melanjutkan D40 dengan produk yang hampir mirip, yaitu D40x dan D60. Bahkan saat D3000 diperkenalkan, Nikon tidak mau memberikan fitur live view apalagi movie mode. D3000 hanya memberi kejutan dengan menanamkan modul AF dengan 11 titik (seperti D5000) dan fitur 3D tracking AF, serta layar LCD sedikit lebih lega. Cukup? Tentu tidak. Bahkan hadirnya D3000 seperti mengulang kisah pilu D60 yang dianggap gagal bahkan D3000 terpaksa meraih predikat DSLR Nikon terburuk versi Ken Rockwell. Sadar akan hal ini, Nikon akhirnya pada akhir tahun 2010 lalu meluncurkan D3100 dengan berbagai perubahan penting seperti :
  • memberi fitur live view dan full HD movie
  • merubah sensor dari CCD ke CMOS
  • menaikkan resolusi dari 10 MP ke 14 MP
  • menaikkan ISO maksimal dari 1600 ke 3200
  • menambahkan tuas drive mode yang bermanfaat (termasuk Quiet Shutter Release)
  • memakai prosesor Expeed generasi kedua
Nikon tetap mempertahankan segala hal baik yang ada di D3000 seperti 11 titik AF dan adanya Guide Mode untuk membantu pemula memakai kamera dan mendapatkan hasil yang baik. Secara dimensi dan bentuk bodi kameranya pun D3100 masih relatif sama dengan D3000 hingga D40 yang termasuk kecil dan ringan.
Sebelum mengupas lebih jauh, berikut saya sajikan dulu spesifikasi lengkap D3100 :
  • sensor CMOS 14 MP (23.2 x 15.5 mm)
  • live View
  • Continuous AF pada video mode/live view
  • LCD 3 inci resolusi 230k piksel
  • ISO 100 – 3200, plus Hi-1 (setara ISO 6400) dan Hi-2 (setara ISO 12800)
  • flash sync 1/200 detik
  • 11 titik AF (modul multi CAM 1000)
  • 420-pixel RGB 3D Color Matrix II metering sensor
  • HD Video 1920 x 1080p 24 fps dan 1280 x 720p 30 fps/24 fps
  • AVCHD video codec (H.264), HDMI out
  • EXPEED2 processor
  • pengguna bisa merubah dan menyimpan profil gambar
  • video editing didalam kamera
  • burst 3 fps
  • GPS port

Sekilas pandang D3100

Inilah Nikon D3100 tampak depan dengan lensa yang dilepas. Seperti halnya semua kamera DSLR Nikon, dudukan lensa dari kamera ini bertipe F-mount yang artinya semua lensa Nikon dari jaman 50 tahun yang lalu bisa dipasang di D3100 ini. Tapi nanti dulu, meski begitu tidak demikian halnya dengan urusan auto fokus karena seperti tampak pada gambar di atas, tidak ada screw drive (obeng) yang menonjol pada mount lensa yang berguna untuk memutar fokus lensa Nikon lama. Ini disebabkan karena Nikon tidak lagi menyediakan motor fokus di bodi kamera tertentu sehingga untuk bisa auto fokus perlu lensa berkode AF-S yang sudah punya motor sendiri di dalamnya.
Bila ditinjau dari belakang, layar LCD berukuran 3 inci tampak mendominasi meski tata letak tombol yang ada masih proporsional. Seperti layaknya DSLR pemula lainnya, Nikon hanya menyediakan satu roda putar saja di bagian belakang untuk merubah nilai shutter, aperture dan lain sebagainya. Namun dari sekian tombol di belakang kamera ini, ada sebuah perbedaan yang khas hanya dimiliki oleh D3100 saja (meski akhirnya dipakai juga di D7000) yaitu lever / tuas untuk live view. Tuas ini memakai pegas jadi bila digeser ke kanan dengan jempol dia akan berbalik lagi ke kiri. Menggeser tuas ini menjadi satu-satunya cara untuk memasuki mode live view dan selanjutnya bila ingin merekam video tekan saja tombol yang berwarna merah yang berada di tengah tuas live view ini. Pada mode live view cermin akan terangkat dan layar LCD akan menampilkan gambar persis seperti memakai kamera non DSLR. Mode live view akan berakhir bila tidak ada aktivitas dalam 30 detik, atau kita masuk ke menu playback atau tuas live view digeser lagi. Di samping kanan tuas live view terdapat sedikit lapisan karet yang menjadi tumpuan jempol sehingga lebih mantap saat menggenggam kamera ini dengan memakai satu tangan.
D3100 lagi-lagi membuat terobosan bermanfaat dengan memberikan tuas drive mode seperti tampak pada gambar di atas. Drive mode selektor ini berguna untuk menentukan apakah kita ingin memakai single shot (S), continuous shot (3 gambar per detik), self timer atau Quiet Shutter (bunyi jepretan agak lebih pelan). Nikon menempatkan tuas ini dengan cerdas di sisi sebelah kanan mode dial sehingga mudah diakses memakai jari telunjuk tangan kanan.
Pada sisi kiri bodi kamera D3100 terdapat penutup karet yang bila dibuka akan menampakkan berbagai port seperti GPS unit, HDMI, USB dan AV. Adanya port GPS dan HDMI tergolong baru di D3100 ini yang mana patut diacungi jempol. Dengan memasang penerima GPS tambahan, foto yang diambil bisa dilengkapi dengan informasi koordinat lintang dan bujur atau istilah kerennya adalah geotagging.
Di sebelah kiri layar berderet lima tombol yang bisa diakses memakai jempol tangan kiri, yaitu playback (untuk melihat hasil foto), MENU (untuk masuk ke semua pengaturan kamera), zoom (zoom disini maksudnya untuk melihat lebih dekat hasil foto yang telah diambil) dan INFO (juga berfungsi untuk masuk ke menu cepat). Di sisi bagian kiri depan (dekat lensa) terdapat dua tombol lagi yaitu untuk membuka lampu kilat dan tombol Fn. Melalui menu, tombol Fn ini bisa difungsikan untuk bermacam pengaturan seperti ISO maupun WB.

Menu dan tampilan layar

Pada mode dial D3100 terdapat pilihan mode eksposur Program (P), Aperture Priority (A), Shutter Priority (S) dan Manual (M). Selain itu terdapat juga mode Auto dan berbagai scene mode seperti potret, pemandangan dan sebagainya. Namun yang unik D3100 juga menyediakan Guide Mode untuk membantu pemula (itulah mengapa kamera ini dibilang cocok untuk pemula) yang memberikan panduan dan pilihan untuk mendapat hasil foto yang diinginkan.
Kita tinjau tampilan Guide Mode dan menu lainnya yang tampak di layar LCD berukuran 3 inci ini.
Guide Mode diawali dengan tiga opsi dasar yaitu apakah kita ingin memotret, melihat hasil foto atau mengatur parameter.
Sebagai contoh bila sudah masuk ke menu Shoot, lalu memilih Advanced operation akan nampak berbagai opsi seperti gambar di atas. Berbagai kebutuhan yang sering dijumpai sudah disediakan di opsi ini seperti membuat latar menjadi blur, membekukan gerakan dan sebagainya. Untuk memilih gunakan tombol kendali 4 arah lalu dengan menekan tombol kanan akan masuk ke penjelasan lebih lengkap seperti gambar di bawah.
Meski informatif, Guide Mode ini sebenarnya bisa diabaikan karena D3100 sudah memberikan berbagai pangaturan eksposur dan dengan sedikit berlatih maka cukup dengan memakai mode P, A, S atau M kita bisa mendapat hasil yang optimal.
Tampilan LCD secara default khas Nikon akan tampak seperti gambar di atas. Terdapat berbagai pengaturan kamera, informasi shutter dan aperture, indikator titik AF dan ilustrasi bukaan diafragma.
Yang cukup istimewa dari D3100 adalah kebebasan untuk mengatur Picture Control seperti gambar di atas. Terdapat berbagai style yang sudah diatur dari pabrik seperti Standard, Neutral, Vivid dan sebagainya. Bila mau, setiap style bisa diatur lagi parameternya seperti ketajaman, kontras, kecerahan dan saturasi warna. Dengan demikian maka setiap pemilik kamera D3100 bisa menyimpan style yang berbeda sesuai selera.
Salah satu fitur yang berguna adalah pengaturan Auto ISO yang membolehkan kita menentukan berapa ISO maksimal yang diizinkan bila kondisi pencahayaan terlalu minim, lalu berapa kecepatan shutter yang dibatasi sebelum fitur ini mulai bekerja. Fitur ini bila diaktifkan akan tetap aktif dalam mode Manual, sehingga apakah ini akan membantu atau justru mengganggu tentu berbeda-beda bagi setiap orang.
Gambar di atas menunjukkan apa yang akan tampil di layar LCD saat masuk ke mode live view. Secara umum tampilan di layar cukup jelas, cerah dan natural dengan berbagai indikator memeriahkan tampilan layar. Bila indikator ini mengganggu, cukup tekan tombol INFO dan layar akan jadi bersih dari berbagai kode dan angka. Tekan INFO sekali lagi akan memunculkan grid untuk membantu komposisi. Sayangnya tidak ada tampilan live histogram saat live view di D3100.
Berbeda saat dalam mode playback, dimana histogram bisa dimunculkan bahkan bila ingin histogram RGB pun bisa diatur di menu. Contoh gambar di atas menunjukkan kamera dalam mode playback dengan berderet tampilan informasi seperti eksposur, fokal lensa, tanggal dan jam serta resolusi foto.

Kinerja secara umum

Meski tergolong murah dan ditujukan untuk pemula, D3100 bukan kamera murahan. Kinerja kamera ini cukup cepat, mulai dari dihidupkan hingga siap mengambil gambar, shutter lag, shot to shot semuanya terasa cepat. Kalaupun ada yang membuat lama itu kalau kita mengatur fitur pengurang debu diaktifkan saat kamera dinyalakan. Dengan demikian saat kamera dinyalakan sensor akan sejenak dibersihkan dulu dan itu bisa membuat kita kehilangan momen bila ada kejadian tak terduga.
Shutter UnitKemampuan auto fokus D3100 sangat baik, dengan fleksibilitas tinggi berkat 11 titik AF yang bisa dipilih secara manual atau otomatis. D3100 juga bisa mengenali obyek dari warnanya sehingga bisa mengikuti gerakan si obyek dan tetap menjaga fokus terbaiknya, meski obyek ini bergerak ke kiri kanan atau ke depan belakang, berkat adanya fitur 3D tracking AF. Namun saat mode live view, kemampuan auto fokus D3100 melambat karena berlaih memakai metoda deteksi kontras sehingga agak lambat dalam mencari dan mengunci fokus. Namun di mode live view terdapat fitur pendeteksi wajah yang bisa mengoptimalkan fokus pada wajah manusia yang dikuncinya.
Kualitas rekam video dari D3100 sudah tergolong baik dengan kemampuan resolusi maksimal video adalah 1920 x 1080 piksel 24 fps yang dikompresi memakai MPEG-4 H.264 dengan durasi maksimal 10 menit. D3100 menjadi DSLR pertama di dunia yang bisa auto fokus dan continuous focus saat merekam video. Tapi dalam pelaksanaannya fitur ini justru membuat fokus menjadi lari dan suara fokus cukup terdengar jelas saat video diputar ulang. Untuk itu fitur ini perlu didukung oleh lensa dengan motor fokus berkualitas tinggi.
Kekurangan dari D3100 yang paling nyata adalah tidak adanya fitur bracketing yang agak mengherankan diantara sederet fitur canggih yang dimilikinya. Bracketing akan mengambil tiga foto sekaligus dengan perbedaan eksposur, berguna bila kita memotret obyek dengan kontras tinggi dan ingin memilih satu foto dengan eksposur terbaik. Bracketing juga diperlukan untuk menggabungkan foto di olah digital HDR.

Hasil foto

Hasil foto menjadi hal utama yang ingin diketahui banyak orang saat membaca sebuah review. Namun dengan menyesal saya tidak banyak bisa bicara soal kualitas hasil foto dari D3100. Itulah mengapa saya mengatakan ini adalah review singkat saja. Alasan pertama adalah karena saya tidak punya banyak waktu untuk mencoba berbagai lokasi untuk menguji hasil fotonya, termasuk di berbagai nilai ISO. Alasan kedua adalah karena saya yakin DSLR modern sudah memiliki hasil foto yang sama baiknya, mengingat ukuran sensor APS-C sudah punya semacam standar kualitas dengan noise yang masih bisa diterima sampai dengan ISO 1600. Apalagi D3100 sudah dilengkapi dengan fitur Active D-Lighting (ADL) untuk menaikkan dynamic range di kondisi kontras tinggi.
Untuk itu saya hanya contohkan satu foto siang hari diambil di halaman rumah dan satu foto diambil saat senja hari.
Contoh foto siang hari (klik untuk ukuran aslinya) :
Contoh foto saat senja / low light (klik untuk ukuran aslinya) :

Kesimpulan

Tidak sulit membuat kesimpulan dari review ini. D3100 dengan mudah saya nobatkan sebagai DSLR terbaik yang pernah dibuat oleh Nikon di kelas pemula. Meski tidak sempurna, D3100 sudah memenuhi harapan semua pemula dengan kombinasi harga, fitur, kinerja, hasil dan ukuran yang sangat berimbang. Kemampuan video di D3100 sebenarnya cuma bonus saja, tapi bonus yang spesial karena sudah mendukung full HD 1080p. Meski tidak secanggih DSLR lain yang lebih mahal, D3100 bisa memberi hasil foto yang sama baiknya berkat sensor beresolusi 14 MP dan fitur ADL. Untuk hasil foto lebih baik D3100 bisa dipasangkan dengan lensa mahal maupun lampu kilat eksternal. Kekurangan D3100 masih dalam batas bisa diterima seperti resolusi LCD yang kurang tajam untuk generasi kamera tahun 2010. Lupakan kamera ini bila anda tidak puas dengan kinerja burst 3 fps, atau sangat perlu fitur bracketing atau punya banyak lensa Nikon lama berkode AF atau AF-D. Tapi bila anda baru pertama ingin memiliki kamera DSLR dan anggaran terbatas, namun tidak ingin salah dalam menjatuhkan pilihan, saya yakin D3100 akan membuat anda merasa puas.

Sumber :http://gaptek28.wordpress.com/2011/06/03/review-singkat-kamera-dslr-nikon-d3100/

Review singkat kamera DSLR Nikon D3100

Inilah review singkat dari saya untuk kamera DSLR Nikon paling populer di kelas pemula, yaitu D3100 yang awalnya diperkenalkan bulan Agustus 2010 lalu. Produk yang kini sudah berada di harga terbaiknya ini (sekitar 5,5 juta termasuk lensa kit 18-55mm VR) merupakan penyempurna produk DSLR pemula sebelumnya sejak era D40, D60 hingga D3000.  Kali ini saya berkesempatan untuk mencoba sebentar kamera ini dan ada baiknya saya buatkan sebuah review singkat untuk berbagi kepada anda.
D3100 merupakan hasil evolusi panjang dari Nikon dalam mewujudkan DSLR pemula yang paling mendekati ideal. Sejak suksesnya D40 di tahun 2007, Nikon agak malas untuk membuat kejutan dan cenderung melanjutkan D40 dengan produk yang hampir mirip, yaitu D40x dan D60. Bahkan saat D3000 diperkenalkan, Nikon tidak mau memberikan fitur live view apalagi movie mode. D3000 hanya memberi kejutan dengan menanamkan modul AF dengan 11 titik (seperti D5000) dan fitur 3D tracking AF, serta layar LCD sedikit lebih lega. Cukup? Tentu tidak. Bahkan hadirnya D3000 seperti mengulang kisah pilu D60 yang dianggap gagal bahkan D3000 terpaksa meraih predikat DSLR Nikon terburuk versi Ken Rockwell. Sadar akan hal ini, Nikon akhirnya pada akhir tahun 2010 lalu meluncurkan D3100 dengan berbagai perubahan penting seperti :
  • memberi fitur live view dan full HD movie
  • merubah sensor dari CCD ke CMOS
  • menaikkan resolusi dari 10 MP ke 14 MP
  • menaikkan ISO maksimal dari 1600 ke 3200
  • menambahkan tuas drive mode yang bermanfaat (termasuk Quiet Shutter Release)
  • memakai prosesor Expeed generasi kedua
Nikon tetap mempertahankan segala hal baik yang ada di D3000 seperti 11 titik AF dan adanya Guide Mode untuk membantu pemula memakai kamera dan mendapatkan hasil yang baik. Secara dimensi dan bentuk bodi kameranya pun D3100 masih relatif sama dengan D3000 hingga D40 yang termasuk kecil dan ringan.
Sebelum mengupas lebih jauh, berikut saya sajikan dulu spesifikasi lengkap D3100 :
  • sensor CMOS 14 MP (23.2 x 15.5 mm)
  • live View
  • Continuous AF pada video mode/live view
  • LCD 3 inci resolusi 230k piksel
  • ISO 100 – 3200, plus Hi-1 (setara ISO 6400) dan Hi-2 (setara ISO 12800)
  • flash sync 1/200 detik
  • 11 titik AF (modul multi CAM 1000)
  • 420-pixel RGB 3D Color Matrix II metering sensor
  • HD Video 1920 x 1080p 24 fps dan 1280 x 720p 30 fps/24 fps
  • AVCHD video codec (H.264), HDMI out
  • EXPEED2 processor
  • pengguna bisa merubah dan menyimpan profil gambar
  • video editing didalam kamera
  • burst 3 fps
  • GPS port

Sekilas pandang D3100

Inilah Nikon D3100 tampak depan dengan lensa yang dilepas. Seperti halnya semua kamera DSLR Nikon, dudukan lensa dari kamera ini bertipe F-mount yang artinya semua lensa Nikon dari jaman 50 tahun yang lalu bisa dipasang di D3100 ini. Tapi nanti dulu, meski begitu tidak demikian halnya dengan urusan auto fokus karena seperti tampak pada gambar di atas, tidak ada screw drive (obeng) yang menonjol pada mount lensa yang berguna untuk memutar fokus lensa Nikon lama. Ini disebabkan karena Nikon tidak lagi menyediakan motor fokus di bodi kamera tertentu sehingga untuk bisa auto fokus perlu lensa berkode AF-S yang sudah punya motor sendiri di dalamnya.
Bila ditinjau dari belakang, layar LCD berukuran 3 inci tampak mendominasi meski tata letak tombol yang ada masih proporsional. Seperti layaknya DSLR pemula lainnya, Nikon hanya menyediakan satu roda putar saja di bagian belakang untuk merubah nilai shutter, aperture dan lain sebagainya. Namun dari sekian tombol di belakang kamera ini, ada sebuah perbedaan yang khas hanya dimiliki oleh D3100 saja (meski akhirnya dipakai juga di D7000) yaitu lever / tuas untuk live view. Tuas ini memakai pegas jadi bila digeser ke kanan dengan jempol dia akan berbalik lagi ke kiri. Menggeser tuas ini menjadi satu-satunya cara untuk memasuki mode live view dan selanjutnya bila ingin merekam video tekan saja tombol yang berwarna merah yang berada di tengah tuas live view ini. Pada mode live view cermin akan terangkat dan layar LCD akan menampilkan gambar persis seperti memakai kamera non DSLR. Mode live view akan berakhir bila tidak ada aktivitas dalam 30 detik, atau kita masuk ke menu playback atau tuas live view digeser lagi. Di samping kanan tuas live view terdapat sedikit lapisan karet yang menjadi tumpuan jempol sehingga lebih mantap saat menggenggam kamera ini dengan memakai satu tangan.
D3100 lagi-lagi membuat terobosan bermanfaat dengan memberikan tuas drive mode seperti tampak pada gambar di atas. Drive mode selektor ini berguna untuk menentukan apakah kita ingin memakai single shot (S), continuous shot (3 gambar per detik), self timer atau Quiet Shutter (bunyi jepretan agak lebih pelan). Nikon menempatkan tuas ini dengan cerdas di sisi sebelah kanan mode dial sehingga mudah diakses memakai jari telunjuk tangan kanan.
Pada sisi kiri bodi kamera D3100 terdapat penutup karet yang bila dibuka akan menampakkan berbagai port seperti GPS unit, HDMI, USB dan AV. Adanya port GPS dan HDMI tergolong baru di D3100 ini yang mana patut diacungi jempol. Dengan memasang penerima GPS tambahan, foto yang diambil bisa dilengkapi dengan informasi koordinat lintang dan bujur atau istilah kerennya adalah geotagging.
Di sebelah kiri layar berderet lima tombol yang bisa diakses memakai jempol tangan kiri, yaitu playback (untuk melihat hasil foto), MENU (untuk masuk ke semua pengaturan kamera), zoom (zoom disini maksudnya untuk melihat lebih dekat hasil foto yang telah diambil) dan INFO (juga berfungsi untuk masuk ke menu cepat). Di sisi bagian kiri depan (dekat lensa) terdapat dua tombol lagi yaitu untuk membuka lampu kilat dan tombol Fn. Melalui menu, tombol Fn ini bisa difungsikan untuk bermacam pengaturan seperti ISO maupun WB.

Menu dan tampilan layar

Pada mode dial D3100 terdapat pilihan mode eksposur Program (P), Aperture Priority (A), Shutter Priority (S) dan Manual (M). Selain itu terdapat juga mode Auto dan berbagai scene mode seperti potret, pemandangan dan sebagainya. Namun yang unik D3100 juga menyediakan Guide Mode untuk membantu pemula (itulah mengapa kamera ini dibilang cocok untuk pemula) yang memberikan panduan dan pilihan untuk mendapat hasil foto yang diinginkan.
Kita tinjau tampilan Guide Mode dan menu lainnya yang tampak di layar LCD berukuran 3 inci ini.
Guide Mode diawali dengan tiga opsi dasar yaitu apakah kita ingin memotret, melihat hasil foto atau mengatur parameter.
Sebagai contoh bila sudah masuk ke menu Shoot, lalu memilih Advanced operation akan nampak berbagai opsi seperti gambar di atas. Berbagai kebutuhan yang sering dijumpai sudah disediakan di opsi ini seperti membuat latar menjadi blur, membekukan gerakan dan sebagainya. Untuk memilih gunakan tombol kendali 4 arah lalu dengan menekan tombol kanan akan masuk ke penjelasan lebih lengkap seperti gambar di bawah.
Meski informatif, Guide Mode ini sebenarnya bisa diabaikan karena D3100 sudah memberikan berbagai pangaturan eksposur dan dengan sedikit berlatih maka cukup dengan memakai mode P, A, S atau M kita bisa mendapat hasil yang optimal.
Tampilan LCD secara default khas Nikon akan tampak seperti gambar di atas. Terdapat berbagai pengaturan kamera, informasi shutter dan aperture, indikator titik AF dan ilustrasi bukaan diafragma.
Yang cukup istimewa dari D3100 adalah kebebasan untuk mengatur Picture Control seperti gambar di atas. Terdapat berbagai style yang sudah diatur dari pabrik seperti Standard, Neutral, Vivid dan sebagainya. Bila mau, setiap style bisa diatur lagi parameternya seperti ketajaman, kontras, kecerahan dan saturasi warna. Dengan demikian maka setiap pemilik kamera D3100 bisa menyimpan style yang berbeda sesuai selera.
Salah satu fitur yang berguna adalah pengaturan Auto ISO yang membolehkan kita menentukan berapa ISO maksimal yang diizinkan bila kondisi pencahayaan terlalu minim, lalu berapa kecepatan shutter yang dibatasi sebelum fitur ini mulai bekerja. Fitur ini bila diaktifkan akan tetap aktif dalam mode Manual, sehingga apakah ini akan membantu atau justru mengganggu tentu berbeda-beda bagi setiap orang.
Gambar di atas menunjukkan apa yang akan tampil di layar LCD saat masuk ke mode live view. Secara umum tampilan di layar cukup jelas, cerah dan natural dengan berbagai indikator memeriahkan tampilan layar. Bila indikator ini mengganggu, cukup tekan tombol INFO dan layar akan jadi bersih dari berbagai kode dan angka. Tekan INFO sekali lagi akan memunculkan grid untuk membantu komposisi. Sayangnya tidak ada tampilan live histogram saat live view di D3100.
Berbeda saat dalam mode playback, dimana histogram bisa dimunculkan bahkan bila ingin histogram RGB pun bisa diatur di menu. Contoh gambar di atas menunjukkan kamera dalam mode playback dengan berderet tampilan informasi seperti eksposur, fokal lensa, tanggal dan jam serta resolusi foto.

Kinerja secara umum

Meski tergolong murah dan ditujukan untuk pemula, D3100 bukan kamera murahan. Kinerja kamera ini cukup cepat, mulai dari dihidupkan hingga siap mengambil gambar, shutter lag, shot to shot semuanya terasa cepat. Kalaupun ada yang membuat lama itu kalau kita mengatur fitur pengurang debu diaktifkan saat kamera dinyalakan. Dengan demikian saat kamera dinyalakan sensor akan sejenak dibersihkan dulu dan itu bisa membuat kita kehilangan momen bila ada kejadian tak terduga.
Shutter UnitKemampuan auto fokus D3100 sangat baik, dengan fleksibilitas tinggi berkat 11 titik AF yang bisa dipilih secara manual atau otomatis. D3100 juga bisa mengenali obyek dari warnanya sehingga bisa mengikuti gerakan si obyek dan tetap menjaga fokus terbaiknya, meski obyek ini bergerak ke kiri kanan atau ke depan belakang, berkat adanya fitur 3D tracking AF. Namun saat mode live view, kemampuan auto fokus D3100 melambat karena berlaih memakai metoda deteksi kontras sehingga agak lambat dalam mencari dan mengunci fokus. Namun di mode live view terdapat fitur pendeteksi wajah yang bisa mengoptimalkan fokus pada wajah manusia yang dikuncinya.
Kualitas rekam video dari D3100 sudah tergolong baik dengan kemampuan resolusi maksimal video adalah 1920 x 1080 piksel 24 fps yang dikompresi memakai MPEG-4 H.264 dengan durasi maksimal 10 menit. D3100 menjadi DSLR pertama di dunia yang bisa auto fokus dan continuous focus saat merekam video. Tapi dalam pelaksanaannya fitur ini justru membuat fokus menjadi lari dan suara fokus cukup terdengar jelas saat video diputar ulang. Untuk itu fitur ini perlu didukung oleh lensa dengan motor fokus berkualitas tinggi.
Kekurangan dari D3100 yang paling nyata adalah tidak adanya fitur bracketing yang agak mengherankan diantara sederet fitur canggih yang dimilikinya. Bracketing akan mengambil tiga foto sekaligus dengan perbedaan eksposur, berguna bila kita memotret obyek dengan kontras tinggi dan ingin memilih satu foto dengan eksposur terbaik. Bracketing juga diperlukan untuk menggabungkan foto di olah digital HDR.

Hasil foto

Hasil foto menjadi hal utama yang ingin diketahui banyak orang saat membaca sebuah review. Namun dengan menyesal saya tidak banyak bisa bicara soal kualitas hasil foto dari D3100. Itulah mengapa saya mengatakan ini adalah review singkat saja. Alasan pertama adalah karena saya tidak punya banyak waktu untuk mencoba berbagai lokasi untuk menguji hasil fotonya, termasuk di berbagai nilai ISO. Alasan kedua adalah karena saya yakin DSLR modern sudah memiliki hasil foto yang sama baiknya, mengingat ukuran sensor APS-C sudah punya semacam standar kualitas dengan noise yang masih bisa diterima sampai dengan ISO 1600. Apalagi D3100 sudah dilengkapi dengan fitur Active D-Lighting (ADL) untuk menaikkan dynamic range di kondisi kontras tinggi.
Untuk itu saya hanya contohkan satu foto siang hari diambil di halaman rumah dan satu foto diambil saat senja hari.
Contoh foto siang hari (klik untuk ukuran aslinya) :
Contoh foto saat senja / low light (klik untuk ukuran aslinya) :

Kesimpulan

Tidak sulit membuat kesimpulan dari review ini. D3100 dengan mudah saya nobatkan sebagai DSLR terbaik yang pernah dibuat oleh Nikon di kelas pemula. Meski tidak sempurna, D3100 sudah memenuhi harapan semua pemula dengan kombinasi harga, fitur, kinerja, hasil dan ukuran yang sangat berimbang. Kemampuan video di D3100 sebenarnya cuma bonus saja, tapi bonus yang spesial karena sudah mendukung full HD 1080p. Meski tidak secanggih DSLR lain yang lebih mahal, D3100 bisa memberi hasil foto yang sama baiknya berkat sensor beresolusi 14 MP dan fitur ADL. Untuk hasil foto lebih baik D3100 bisa dipasangkan dengan lensa mahal maupun lampu kilat eksternal. Kekurangan D3100 masih dalam batas bisa diterima seperti resolusi LCD yang kurang tajam untuk generasi kamera tahun 2010. Lupakan kamera ini bila anda tidak puas dengan kinerja burst 3 fps, atau sangat perlu fitur bracketing atau punya banyak lensa Nikon lama berkode AF atau AF-D. Tapi bila anda baru pertama ingin memiliki kamera DSLR dan anggaran terbatas, namun tidak ingin salah dalam menjatuhkan pilihan, saya yakin D3100 akan membuat anda merasa puas.

Sumber :http://gaptek28.wordpress.com/2011/06/03/review-singkat-kamera-dslr-nikon-d3100/

Selasa, 18 Desember 2012

Home recording menjamur

Apaan tuh home recording?? Home recording dalam bahasa indonesia adalah rekaman dalam rumah. Dalam hal ini mempunyai artian studio rekaman yang dibangun di dalam rumah/kamar. Entah itu studio sederhana maupun studio yang memang dibangun untuk keperluan audio recording professional.

Di luar negeri, entah amerika, eropa maupun asia, banyak sekali musisi-musisi yang lebih senang merekam materi mereka dalam studio pribadi mereka. Ya walaupun studio pribadi mereka mempunyai alat yang sebanding atau sama dengan studio rekaman professional, tetapi karena studio mereka berada di dalam rumah mereka, maka tetap saja bernama home recording :D.

Dulu, tahun 2009 saya sempat ngobrol dengan mahasiswa indonesia yang kuliah di australia. Dia juga bekerja part time di restoran cepat saji disana. Waktu itu sih saya tidak bertanya macam-macam tentang kehidupannya disana, namun saya sempat berbincang tentang home recording dengan dia.
Disana ia menyewa rumah dengan ketiga kawannya, satu orang indonesia, satu orang jepang dan yang satunya lagi orang asli australia.

Di rumah yang ia sewa, ia juga mempunyai home recording. Namun berbeda dengan home recording yang saya punya, alat-alat yang ia pakai mungkin cukup untuk membangun sebuah studio recording professional di sini.

Saat itu, ia beserta kedua kawannya sedang membangun home recording studio dengan ruangan yang kedap suara. Waktu saya menanyakan alat-alatnya pun saya tercengang!.

Komputer yang ia pakai ber-processor quad core extreme, ram 6gb, hardisk 2terabyte. Wah saya tidak bisa membayangkan bagaimana cepatnya komputer tersebut :). Mungkin itu komputer sudah bisa terbang mungkin yah :D.

Yang sempat ia bilang, disana ia mempunyai alat lengkap, namun drum ia pakai adalah drum electric (seperti midi controller yang berbentuk drum) yang ia sambungkan ke midi in di soundcard. Software drum yang ia pakai adalah bfd2 + expansion nya pack nya.

Ia juga mempunyai rack yang berisi exiter, compressor dan equalizer. Perekaman guitar dan bass dilakukan dengan sistem todong, head ampli memakai orange, namun saya belum sempat bertanya aplifier, FX, preamp dan soundcard apa yang ia pakai.

Wah.. Jadi kemana-mana saya ngomong nya, oke kembali lagi pada pembahasan :D.

Dulu sekali saat jaman batu... (memang nya sudah ada yah rekaman saat itu?? Hhe saya hanya bercanda :D). dahulu, perekaman hanya bisa dilakukan di studio besar dengan alat-alat yang harganya selangit. Bayangkan, semua dilakukan secara analog! Suara yang ingin direkam harus melalui banyak alat analog sebelum direkam di sebuah roll pita. Makanya operator/sound engineering jaman dahulu jarang sekali yang gondrong, kenapa? Karena mereka takut rambut nya tersangkut masuk kedalam roll pita magnet rekaman :D, bercanda lagi :).

Namun kini seorang musisi dapat dengan mudah merekam materi mereka di rumah, bahkan kamar tidur mereka. Bersyukur lah saat ini musisi di mudahkan dengan ada nya kemajuan tekhnologi dan informasi. Alat-alat recording/rekaman yang dijual dengan harga terjangkau dan software-sofware yang mudah di dapat, membuat banyak musisi lebih suka merekam materi nya sendiri tanpa harus menyewa studio professional yang tentunya sangat mahal.

Untuk membuat home recording, sebenarnya kita tidak perlu alat yang mewah/mahal. Tapi ya duit tidak pernah berbohong semakin mahal alat semakin baik juga hasil nya, namun tentu nya harus didukung oleh sound engineering/operator yang handal pula.

Selain alat instrument seperti gitar dan bass, kita memerlukan beberapa alat perang untuk melakukan perekaman. Sebuah komputer dengan spek yang baik sangat diperlukan untuk melakukan perekaman.

Tidak hanya itu, kita juga memerlukan soundcard/audio interface untuk mengubah signal analog menjadi digital, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik sebaiknya menambahkan preamp sebelum masuk ke soundcard

Nanti saya janji akan membahas alat-alat yang dibutuhkan untuk keperluan recording.

Software pun juga turut andil dalam 'perang' ini. Software DAW atau digital audio workstation pun perlu anda pelajari, awal saya belajar recording memakai software cool edit, namun saat itu saya tidak memakainya untuk recording/rekaman, hanya untuk mengedit lagu band saya yang sudah jadi. Lalu diteruskan memakai nuendo 2, saat itu saya mulai belajar rekaman. Setelah itu saya di pinjamkan teman software dari steinberg juga, yaitu nuendo 3. Sangat lama juga saya memakai software itu. Lalu berubah memakai steinberg cubase 4. Dan saat ini saya memakai cubase 5 keluaran AiR.

Untuk drum, anda tidak perlu membeli sebuah drum yang harga nya luar biasa mahal. Anda hanya perlu sebuah software drum seperti EZdrummer, Addictive Drum, FXpansion BFD & BFD2 dan software2 sejenis.

Untuk guitar dan bass pun anda tidak memerlukan FX, head ampli, amplifier hingga mic untuk menodong amplifier nya. Anda hanya membutuhkan software-software virtual untuk keperluan tersebut. Seperti guitarrig 3, guitarrig 4, amplitube 2, amplitube 3, amplitube metal, ampeg svx dan software-software sejenis.

Bila anda ingin menambahkan shyntsizer, piano, biola dan lain-lain, anda dapat menggunakan software sequence seperti Fruity Loop / FL studio.

Nanti saya juga akan membahas lebih lanjut tentang software-software tersebut beserta memberi link untuk mendownload-nya.

Dan yang paling penting adalah sang OPERATOR/SOUND ENGINEERING. Akan sia-sia bila mempunyai alat yang mahal dan canggih dengan software-software lengkap terinstal di komputer anda apabila anda sendiri malas untuk belajar menjadi OPERATOR/SOUND ENGINEERING.

Berapa modal saya belajar membuat home recording??
Sebesar Rp.0,-
Yup saya tidak mengeluarkan uang untuk belajar membuat home recording, tapi ingat hanya belajar.

Yang saya gunakan hanya alat-alat yang ada pada saat itu.

Sebuah komputer yang terkoneksi internet (internetnya hanya untuk mendownload software-software yang diperlukan) sebuah gitar beserta jack-nya yang saya pinjam dari teman saya. Dan headset usang bekas mp3 player saya untuk take vokal (di headset nya ada mic juga). Dan yang terakhir adalah FX stombox (mobil-mobilan) sebagai pengganti preamp), itu juga saya pinjam dari teman saya.

Komputernya pun hanya mempunyai spek pas-pas an.
Processor: celeron 1,8ghz
Ram ddr1: 256mb
HDD: 40gb
Dan soundcard onboard yang menempel di motherboard.

Tapi setelah sekian lama belajar, dikit demi sedikit saya upgrade komputer saya (bukan karena home recording, tapi memang sudah waktunya mengganti komputer usang tersebut).

Hingga akhirnya kini saya memakai komputer dengan spek:
Processor: intel dual core 2,6ghz
Ram ddr2: 2gb
HDD SATA 7200rpm: 250gb

Dan juga memakai:
Audio interface: ESI JULI@ 24bit 192kHZ PCI
Preamp: behringer mic 100
Mic: behringer C1
Speaker monitor: behringer ms16

Alat-alat yang sekarang saya gunakan masih kurang yah? Hhe... Maklum mahasiswa :D.
Tapi saya merasa dengan alat itu pun sudah cukup untuk membuat sebuah album.

Beberapa studio home recording yang disewakan (yang saya tahu):
-ASH TO ASH STUDIO (studio yang saya bangun sendiri)
-SOUND OF MONGKEY (studio yang dibangun oleh lamlam dari band closehead)
-AMPLOP RECORD (studio yang dibangun oleh bonar dari band hidden message)
-dan masih banyak lagi!!

Contoh dari lagu yang di buat di studio home recording??
-Seluruh lagu yang terdapat di album ADVENTURE AILEN - DRAWING THE LINES
-Seluruh lagu dari band closehead pada split album discopunkhead
-Lagu heart of pop dari closehead
-Lagu-lagu unrelease dari closehead seperti melawan waktu dan lain
-Lagu-lagu dari hidden message
-dan masih banyak lagi!!!
[saya memberi tahu banyak lagu dari closehead karna saya sangat ngfans dengan mereka, hhe]


huh.. lelah juga nulisnya... Mungkin nanti saya teruskan di posting selanjutnya.

Di akhir kata, bila anda ingin belajar membuat home recording, jangan berkecil hati karena anda belum mempunyai alat-alat yang mewah, belajar dari nol akan lebih bermakna bila nanti anda sudah berhasil

sumber : http://bow182.blogspot.com/2011/05/home-recording-menjamur.html

Senin, 23 Januari 2012

6 Gaya Bercinta Wanita Sesuai Underwear Favoritnya

Ada beberapa cara untuk mencari tahu beberapa gaya bercinta wanita, diantaranya adalah pemakaian underwear.

1. Ruffle & Pita

“Seorang wanita yang memakai underwear model ini, sebenarnya suka membungkus dirinya seperti sebuah hadiah,” ujar Jennifer. Wanita tersebut ingin diperlakukan pasangannya secara spesial dan berharga. Kunci untuk membuat wanita tipe ini bergairah adalah dengan melakukan hal-hal romantis seperti, makan malam ditemani cahaya lilin dan memberinya satu buket bunga. Wanita yang suka memakai underwear dengan detail ruffle dan pita juga suka pasangannya mengontrol mereka saat bercinta. Untuk membuatnya libidonya semakin naik, cobalah bercinta sambil berdiri dan menempel di dinding.

2. G-string

“Wanita yang memakai g-string merasa percaya diri pada dirinya. Dia juga bisa menunjukkan sisi liarnya,” jelas Jennifer. Dijelaskannya lagi, wanita yang memakai g-string juga tidak sungkan bercinta dengan memperlihatkan tubuhnya. Dia akan senang diajak bercinta dengan posisi cowgirl atau doggie style. Saat berhubungan intim dengan posisi tersebut, jangan lupa untuk memuji tubuhnya, misalnya bokongnya.

3. Boyshorts

Wanita yang suka memakai boyshorts mampu membuat pasangannya penasaran. “Boyshorts itu untuk menggoda pria,” ujar Jennifer. Di satu sisi, wanita tipe ini memperlihatkan sedikit bagian belakang tubuhnya, tapi di sisi lain bagian tersebut juga cukup tertutup. Untuk merayu wanita tipe ini, godalah dia saat foreplay. Wanita ini suka berlama-lama dicium, atau foreplay apapun sebelum pasangannya melakukan penetrasi.


4. Underwear Warna Putih

Wanita yang gemar memakai underwear berbahan katun dan berwarna putih tidak suka neko-neko dalam urusan bercinta. “Dia tidak membutuhkan pakaian seksi untuk mempelihatkan dirinya seksi,” jelas Jennifer. Pilihan underwearnya itu menunjukkan dia merasa nyaman berada di sisi pasangannya dan ingin suaminya mengungkap sisi rapuh diri mereka.

5. Retro Underwear

Retro underwear memiliki model high-waist dan mampu menutupi bokong seluruhnya. Underwear model ini didesain untuk menonjolkan tubuh wanita. Jadi saat wanita menggunakan underwear ini, dia ingin pasangannya terpesona pada bentuk tubuh mereka. “Wanita tipe ini merasa percaya diri dengan feminitasnya. Tapi dia tetap ingin pasangannya lah yang bergerak lebih dulu,” jelasnya. Jennifer mencontohkan, wanita sebenarnya ingin bercinta dengan posisi misionaris, tapi dia tidak akan memberitahunya dan kapan dia mau mengakhirinya.

6. Statement Underwear

Underwear model ini biasanya memiliki tulisan-tulisan di bagian belakangnya. “Underwear ini adalah cara wanita untuk mencairkan suasana,” ujar Jennifer. Wanita yang suka memakai underwear ini menggunakan humor agar aktivitas bercinta tidak terasa tegang dan lebih relaks.

Modus Baru Ngintip Celana Dalam Wanita (FOTO)

Cerita pada foto-foto ini adalah kejadian seorang pria yang dicurigai polisi… Polisi melihat seorang pria di sebuah halte bus yang perilakunya cukup mencurigakan. Dan mereka mengira pria itu merupakan copet, sehingga terus diawasi. Setelah beberapa saat, ternyata semua menjadi jelas bahwa orang tersebut bukan copet melainkan …….mengintip celana dalam wanita dengan kamera ?!?










Komentar

Isi Pulsa

www.opulsa.com